Asuransi kendaraan di Indonesia saat ini sudah tidak asing lagi. Banyak orang membeli asuransi kendaraan untuk mengurangi risiko yang ditanggung pemilik kendaraan. Yang biasa ditanggung oleh asuransi biasanya kerusakan atau kehilangan kendaraan.

Dikutip dari detik.com (26 09 2017), Ada beberapa kondisi tertentu yang tidak bisa diklaim asuransi kendaraan. Apa saja?

1. Menyalahgunakan Kendaraan

Asuransi tidak menjamin kerugian atau kerusakan mobil yang disebabkan oleh kendaraan digunakan untuk turut serta dalam perlombaan, latihan, balapan, karnaval, pawai, kampanye, atau unjuk rasa. Saat kendaraan pribadi dijadikan kendaraan komersial juga asuransinya tidak bisa diklaim.

Asuransi kendaraan tersedia untuk pribadi/dinas, tersedia pula untuk komersial. Jika asuransi pribadi/dinas, tapi digunakan untuk taksi online atau rental, maka asuransi tidak bisa di-cover. Kalau tadinya asuransi pribadi dan mau dijadikan taksi online atau rental sebaiknya lapor ke asuransi. Nantinya akan ada penambahan premi dengan ret komersial. Dengan begitu, pilihlah asuransi kendaraan sesuai dengan kebutuhan.

2. Kelebihan Muatan

Selain itu, asuransi kendaraan tidak bisa di-cover jika kecelakaan disebabkan oleh mobil dengan muatan berlebih. Misalnya, kapasitas mobil hanya dapat menampung 7 kg barang, tapi diisi dengan jumlah 9 kg barang.

3. Pengemudi dibawah pengaruh alkohol dan komponen kendaraan aus

Penyebab kecelakaan lain seperti pengaruh alkohol atau sifat material kendaraan yang aus juga tidak bisa di-cover asuransi. Untuk sifat material kendaraan yang aus misalnya kanvas rem yang aus.
“Kalau kita (pihak asuransi) bisa membuktikan bahwa kendaraan itu tidak laik jalan, asuransi itu kita tolak. Tapi asuransi harus buktikan dari analisa bengkel, dan sebagainya. Kalau kita (pihak asuransi) nggak bisa buktikan, kita harus cover,” ujar Bangun.

4. Pengemudi tanpa SIM

Pengendara yang tidak memiliki SIM tidak bisa mengklaim asuransi. Begitu juga dengan pengendara yang masa berlaku SIM-nya sudah habis.

5. Kehilangan mobil karena penggelapan, hipnotis

Penyebab lain yang membuat asuransi tidak bisa diklaim adalah penggelapan, hipnotis, perbuatan jahat tertanggung/pengawasan tertanggung.

“Hipnotis juga tidak diklaim. Memang itu tindak kejahatan, tapi kita lebih mendefinisikan lagi kalau hipnotis tidak dijamin. Karena korban tidak sadar itu susah membuktikannya,” ucap Bangun.

6. Kerusakan velg

Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian atau kerusakan atas ban, velg, dop yang tidak disertai kerusakan pada bagian lain kendaraan.

Jika terjadi kecelakaan dan yang rusak hanya velg saja, maka risiko ditanggung sendiri. Berbeda lagi jika dalam satu kejadian terjadi kerusakan pada bodi, velg, dan ban, maka asuransi menanggung itu semua.