Ban merupakan salah satu perlengkapan kendaraan yang harus diperhatikan sebagai komponen penting untuk mendukung kecepatan kendaraan. Namun, tidak jarang kondisi ban lepas dari perhatian pengendara sehingga bisa mengakibatkan risiko kecelakaan akibat terjadi keausan pada ban.

Dikutip dari beritagar.id (24/07/17) dalam waktu ideal penggantian ban mobil, salah satu akibat yang sering terjadi saat kondisi ban diabaikan adalah pecah ban ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi, gejala selip di jalan aspal, atau suara bising berlebih akibat gesekan ban ke jalan. Jika hal tersebut terjadi pada kendaraan Anda sebaiknya segera lakukan pemeriksaan apakah ban masih layak pakai atau harus diganti.

Cara mudah mendeteksi kelayakan ban adalah dengan mengetahui kesesuaian masa pakai ban tersebut. Setiap merek ban sudah mencantumkan informasi mengenai parameter umur pakai ban yang mereka produksi.

Misalnya, pada ban tertulis 2607. Artinya angka 26 menunjukkan bahwa ban tersebut dibuat pada minggu ke-26 tahun 2007.

Cara lain yaitu, mengetahui waktu kadaluwarsa ban. Pemakaian ban selama tiga tahun sudah memasuki kategori warning (peringatan), karena pada umunya, karet ban sudah mengalami pengerasan. Hal tersebut juga tergantung pada kondisi iklim sekitar. Selama ban masih kenyal dan tidak retak, maka ban masih layak pakai meski lebih dari 3 tahun.

Pemeriksaan selanjutnya yaitu dengan melihat jarak tempuh. Pabrikan ban biasanya memberikan pemakaian normal jarak tempuh maksimal 40.000 km. Kondisi seperti ini juga tergantung dari ban. Jika masih kenyal dan tidak retak, ban bisa tetap digunakan.

Anda harus memeriksa secara teliti kondisi ban dengan keausan yang tidak merata, seperti aus di area sisi dalam ban atau aus di sisi luarnya. Jika di ban sudah terlihat ada benang, maka ban harus segera diganti.

Apabila kembang ban juga sudah menyentuh TWI (Tread Wear Indicator) yang terdapat di antara kembang ban, maka ban harus segera diganti.

Anda dapat mengecek kedalaman alur kembang ban untuk mengetahui tingkat keausan. Jika kedalaman alur ban kurang dari 1.6 mm, itu berarti ban sudah aus dan segera lakukan penggantian.

Poin terakhir yaitu memastikan jika karet ban tidak mengalami benjol. Benjolan yang dimaksud terdapat pada sisi luar dan samping ban. Jika benjolan tersebut sudah terlihat, maka ban harus cepat diganti. Sebab benjolan tersebut biasanya tidak tahan panas dan dapat mengakibatkan pecah jika dibiarkan terlalu lama.