Membeli mobil dengan cara kredit biasanya sudah termasuk dengan asuransi. Sehingga kerusakan atau kehilangan kendaraan bisa ditanggung perusahaan asuransi.

Saat ini over kredit sering dilakukan banyak orang. Pemilik mobil tangan pertama yang masih mengkredit mobilnya menjual ke orang lain, dan tangan kedua harus melanjutkan sisa kredit tersebut.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengerti terkait asuransi mobil ketika mobil tersebut di over kredit. Akibatnya, ketika terjadi kecelakaan atau kehilangan, asuransi tidak bisa menanggungnya. Kebanyakan dari mereka yang over kredit tidak melapor pada asuransi, asuransi masih atas nama pemilik tangan pertama. Sehingga, jika terjadi kecelakaan dengan pemilik tangan kedua, asuransi tidak bisa diklaim.

Mengapa asuransinya ditolak? Karena asuransi kendaraan tersebut masih menggunakan nama pemilik yang pertama.

Jika terjadi kecelakaan dan asuransi ditolak, pembeli kedualah yang harus menanggung semua biaya resiko yang terjadi. Untuk itu, perhatikan betul-betul proses over kredit ini. Kalau mau over kredit mobil, selain melaporkan ke leasing, laporkan juga ke pihak asuransi. Kebanyakan orang hanya melapor ke leasing saja, tidak ke asuransi.

Bagi pembeli kedua, pastikan kembali soal asuransi kendaraan pada penjual agar tidak merugikan diri sendiri.